Setelah insiden traumatis mengakhiri karier mengajarnya, Rei Hitoma yakin dia membenci manusia. Namun, ketika dia melihat lowongan pekerjaan untuk “guru yang benar-benar peduli pada murid-muridnya,” dia terpaksa melamar. Tanpa disadari, dia diterima—hanya untuk mengetahui bahwa murid-muridnya adalah setengah manusia. Apa yang dimulai sebagai pekerjaan berubah menjadi perjalanan penyembuhan bagi seorang guru yang telah kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan dan para murid yang memimpikannya.












